Pertama kalinya, Bosowa School Makassar menggelar Festival Bulan Bahasa untuk memperingati hari Sumpah Pemuda di tengah pandemi Covid-19, Rabu, 28 Oktober 2020.

Kepala Sekolah Bosowa School Makassar, Sri Khairi mengatakan Festival Bulan Bahasa ini mengangkat tema berkaitan dengan hari sumpah pemuda yaitu Menyongsong Masa Depan Bangsa dengan Penguatan Bahasa dan Sastra.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri siswa, meskipun saat ini kita masih dalam masa pandemi namun tidak menghalangi semangat siswa untuk melaksanakan kegiatan secara virtual” jelas Sri.

Serangkaian acara dilaksanakan dalam Festival Bulan Bahasa yaitu lomba cipta dan baca puisi, lomba desain meme dan poster semangat nasionalisme, dan diakhiri dengan virtual talkshow.

Talkshow ini merupakan puncak kegiatan Festival Bulan Bahasa untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai Peran Sastra dan Literasi Digital di Era Media Sosial dengan narasumber Alfian Dippahatang.

Alfian menjelaskan bahwa sastra dan literasi digital erat kaitannya dengan media sosial. Sastra merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki karya sastra dan literasi digital adalah kemampuan untuk memahami suatu konteks informasi secara efektif dan efisien.

“Kedua hal ini penting adanya bagi generasi saat ini yang tumbuh dengan akses informasi yang tidak terbatas, maka tiap orang harus paham literasi digital dan bijak menyaring informasi sebelum menyebarkanya lebih luas”

Alfian juga menegaskan bahwa tiap orang bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, apabila media sosial dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi media untuk mempublikasikan karya.

Selain berbagi wawasan tentang sastra, Alfian juga berbagi pengalaman kuliah dan proses untuk mencapai cita-citanya sebagai penulis.

“Saat ini generasi muda memiliki banyak opsi dalam pilihan profesi di masa mendatang, melalui talkshow ini saya harap dapat menumbuhkan semangat siswa yang ingin mendalami sastra jika ingin menjadi seorang penulis” Ungkap Alfian.

 

 

Bagikan

Komentar

Komentar

Tinggalkan Komentar anda